PASSENGER CAR

LIGHT COMMERCIAL VEHICLE

COMMERCIAL VEHICLE

SUPIR TRUK DAN DILEMA SAAT MEMILIH JALAN

2019-11-15

SUPIR TRUK DAN DILEMA SAAT MEMILIH JALAN

Menjadi supir truk memerlukan keahlian khusus dalam mengemudikan truk. Sebab, truk memiliki dimensi yang cukup besar sehingga supir truk perlu memiliki keterampilan untuk mengemudikan kendaraan dengan dimensi besar. Termasuk dalam hal pemilihan jalan yang boleh ditempuh, cepat dan efisien.

Salah satu dilema yang dihadapi oleh para supir truk dalam pemilihan jalan adalah memilih antara jalan tol atau jalan arteri. Berbagai pertimbangan jadi alasan mengapa banyak supir truk dilema yakni karena biaya yang harus dikeluarkan saat melintasi jalan tol serta waktu tempuh saat melintasi jalan arteri. Berdasarkan riset Kementerian Perhubungan, biaya operasional melalui tol transjawa lebih murah sekitar 13% dibandingkan jalur non-tol atau jalan arteri. Selain itu, waktu tempuh di jalan tol transjawa juga lebih cepat 58% dibandingkan jalur arteri. Sayangnya, realita yang terjadi di lapangan tidaklah demikian karena masih banyak supir truk yang dilema dalam memilih antara jalan tol atau jalan arteri.

Faktor biaya menjadi alasan mengapa banyak supir truk keberatan untuk melewati jalan tol sepenuhnya dari satu kota ke kota lainnya. Salah seorang supir truk, Mansur, yang membawa truk dari Lampung ke Surabaya menuturkan kalau ongkos yang diberikan tidak cukup untuk melewati jalan tol. Dengan ongkos hanya 2,65 juta Rupiah, Ia harus menghabiskan 1,6 juta Rupiah untuk membeli bahan bakar, lalu biaya makan sebesar 400 ribu, bongkar muat sebesar 100 ribu dan sisa uang sebesar 500 ribu. Sisa uang tersebut tidak cukup untuk melalui jalan tol karena biaya total tarif tol dari Jakarta ke Surabaya mencapai 1,38 Juta Rupiah.

Cerita berbeda dimiliki oleh Anton, supir truk ekspedisi yang membawa Mitsubishi FUSO Canter dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam perjalanan tersebut, ia dibekali uang sebesar 4 juta Rupiah untuk singgah mengantarkan barang di beberapa kota seperti Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Kudus, Surabaya, dan Jember. Menurutnya, dengan menghindari jalur tol, ia bisa menghemat ongkos mulai dari 300 ribu sampai 400 ribu Rupiah. Tapi, selisih uang tersebut harus dibayar oleh waktu tempuh yang lebih lama sekitar 5 jam sehingga Ia lebih memilih untuk melewati jalan tol agar memiliki waktu luang lebih banyak bersama keluarga di Jakarta.

Kondisi berbeda ditemui di jalur tol Trans Sumatera dengan total jarak tempuh hingga mencapai 2765 Kilometer. Jalan tol Trans Sumatera dianggap pilihan terbaik supir truk karena lebih aman, bebas pungli dan kondisi jalan yang lebih baik. Hal ini dianggap relevan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh supir truk. Untuk ruas tol Bakauheni-Palembang, biaya yang harus dikeluarkan yakni sebesar Rp 309.212 dan bisa menghemat waktu perjalanan hingga mencapai 2 jam. Jadi, waktu tempuh juga lebih efisien dengan melewati jalur trans sumatera.

BERITA LAINNYA

RIFAT SUNGKAR: MENJADI PEMBALAP RELI BISA DIMULAI SEJAK USIA DINI
RIFAT SUNGKAR: MENJADI PEMBALAP RELI BISA DIMULAI SEJAK USIA DINI

Menjadi pembalap sekarang ini sudah lebih mudah dibandingkan dengan 20 tahun lalu. Rifat Sungkar seorang pembalap reli yang juga brand ambassador Mitsubishi di Indonesia menjelaskan pengalamannya t...

Lebih lanjut...
Jangan Lupa Test Drive Sebelum Beli Mobil, Ini yang Harus Diperhatikan Oleh Konsumen
Jangan Lupa Test Drive Sebelum Beli Mobil, Ini yang Harus Diperhatikan Oleh Konsumen

Mencoba sebelum membeli memang sudah wajib hukumnya di dunia otomotif. Konsumen yang akan membeli sebuah mobil baru tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Nah, apakah mobil incaran tersebut ma...

Lebih lanjut...
Tips Merawat Aki Mobil Ketika Diparkir Lama
Tips Merawat Aki Mobil Ketika Diparkir Lama

Kondisi pandemi saat ini pasti membuat banyak Mitsubishi Family yang #dirumahaja, sehingga mobil Mitsubishi kesayangan menjadi jarang digunakan. Nah, ketika mobil jarang digunakan ini ada hal yang ...

Lebih lanjut...