Panas yang berlebihan pada sebuah mesin atau yang disebut dengan overheating merupakan sebuah fenomena yang kerap terjadi pada sebuah kendaraan dengan mesin pembakaran dalam. Biasanya hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya sistem pendinginan. Pada kendaraan baik itu beroda dua maupun roda empat memiliki dua jenis sistem pendinginan yaitu sistem pendinginan udara dan sistem pendinginan cairan. Sistem pendinginan berfungsi untuk menjaga mesin agar berada pada suhu kerja mesin yakni sekitar 90 derajat celcius. Jika terdapat gangguan pada sistem pendingan ini tentu mengakibatkan panas yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak diserap secara optimal, imbasnya mesin mengalami overheating.

Asap Knalpot

Mungkin diantara anda pernah menjumpai mobil anda mengeluarkan asap tebal dari knalpot. Munculnya asap ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Jika asap tersebut muncul di pagi hari ketika baru menghidupkan mesin dan beberapa saat kemudian asap hilang, maka kondisi ini masih normal-normal saja. Namun jika asap keluar secara terus menerus maka bisa diindikasikan terjadi kerusakan pada komponen mesin. Secara umum keluarnya asap tersebut disebabkan oleh oli yang terbakar dan campuran bahan bakar yang tidak tepat. Jadi andapun sebenarnya bisa mengidentifikasi kerusakan pada mesin melalui asap yang keluar dari knalpot.

Ban mobil bocor tentunya membuat perjalanan anda menjadi terganggu. Selain itu mengganti ban mobil di sembarangan tempat tentunya beresiko akan timbulnya kejahatan dan hal- lain yang tidak diinginkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada baikya ikuti tips mengganti ban mobil di bawah ini:

  1. Menepilah di tempat yang aman. Pada saat ban mobil bocor, segeralah mencari tempat yang aman misalnya kantor polisi, atau tempat yang lebih ramai. Meskipun bocor mobil masih bisa jalan walaupun tidak terlalu jauh.
  2. Pilihlah tempat yang datar. Jangan berhenti ditanjakan atau turunan, selain itu pastikan juga tempatnya aman dari risiko tertabrak kendaraan lainnya.
  3. Setelah menepi, pasang rem parkir. Apabila menggunakan mobil matik, posisikan tuas di P. Jika transmisi manual, posisikan di R.
  4. Nyalakan lampu hazard. Untuk memberi peringatan bagi pengendara mobil lain.
  5. Pasang segitiga pengaman dalam jarak 10 – 15 meter dari mobil.
  6. Ganjal roda-roda lain dengan batu, khususnya roda dengan posisi diagonal agar lebih aman.
  7. Keluarkan alat - alat seperti dongkrak, kunci ban serta juga ban cadangan.
  8. Longgarkan baut - baut roda tapi jangan sampai lepas, apabila keras, bisa menggunakan kaki.
  9. Dongkrak mobil hingga ban menggatung, taruhlah dongkrak mobil pas dengan tempat yang aman sesuai dengan buku manualnya.
  10. Lepas baut satu per satu dengan tangan dan letakkan di tempat yang aman, kalau perlu dikantong. Lalu lepaskan roda yang bocor.
  11. Ambil ban cadangan dan pasang, setelah itu pasang baut-baut dan kencangkan dengan tangan. Urutan baut yang dikencangkan bersilangan. Jangan berurutan.
  12. Setelah terpasang semua, turunkan dongkrak dan kencangkan baut, apabila perlu dengan kaki.
  13. Setelah selesai, bereskan peralatan dan simpan ban yang bocor dan Anda bisa melanjutkan perjalanan.
  14. Jangan lupa untuk menambal ban yang bocor ke bengkel langganan Anda.

Sumber: http://info-tipsotomotif.blogspot.com/2013/09/tips-mengganti-ban-mobil-bocor.html

Sinar matahari yang menyilaukan menjadi salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya. Di Inggris, misalnya, jumlah kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh sinar matahari meningkat sekitar 12% pada 2012. Departemen Transportasi Inggris melaporkan bahwa matahari menyilaukan menyumbang 2.905 kecelakaan spanjang 2012, sementara pada tahun sebelumnya 2.592 kejadian.