Jakarta – Banyak calon konsumen yang tak menyangka suara mesin diesel Mitsubishi Pajero Sport begitu senyap. Bahkan ada yang merasa mereka tengah menjajal mobil bermesin bensin.

"Hal ini wajar saja, karena mesin diesel ini nyaris tidak terdengar layaknya bensin. Jadi wajar jika ada konsumen yang merasa ini merupakan mesin bensin," ujar pereli Rifat Sungkar yang juga merupakan brand ambassador Mitsubishi di Indonesia.

Itulah menurut Rifat salah satu keunggulan Pajero Sport terbaru. Tidak sampai disitu, Rifat juga mengatakan fitur terbaik lainnya yang tidak terlihat terletak pada sasis.

"Bentuk sasis dengan mounting body yang lebih besar, sehingga lewat lubang apapun tidak menjadi masalah. Karena mounting karet ini akan berperan dengan sempurna," ujarnya.

Sementara untuk performa, meski mesin Pajero Sport kapasitasnya sedikit turun, tapi lebih memiliki tenaga besar.

"Karena mesin ini dibangun menggunakan bahan material alumunium yang lebih ringan, intercooler lebih besar sehingga membuat mobil ini mendapatkan udara segar setiap saat. Ditambah dengan gearbox 8 speed, membuat mesin 4N15 2.4 L mampu mencapai 181 PS dan di RPM berapa pun akan lebih cepat, karena berkat transmisi yang ditawarkan," kata Rifat.

Rifat pun mengaku sangat terkejut dengan perubahan yang dilakukan Mitsubishi pada Pajero Sport dibandingkan dengan model pertama diperkenalkan 2009 lalu dengan dua model yakni GLS dan Execeed.

"All New Pajero Sport handling-nya mudah, suspensi nyaman, dan tenaga yang dihasilkan sangat stabil. Konsep Stylish dan comfortable Offroad SUV," katanya.

"Selanjutnya High quality desain, tampilan yang disajikan kini sangat berbeda, pada model Dakar foglamp lampu LED dikatakan sebagai fitur standar, selanjutnya pelek naik menjadi 18 inci," ujar Rifat.

"Kabin menjadi poin selling nomor 2 terpenting, dan ini menjadi pakem baru. Semuanya mudah dioperasikan, dual airbag, ada sunroof, desain tempat duduk semuanya berubah. Selain kenyamanan tingkat keselamatan juga ditingkatkan, untuk Dakar sudah dilengkapi sunroof, noise sangat minim, dan minim getaran," tutup Rifat.

Sumber: http://oto.detik.com/read/2016/02/26/093026/3151549/1207/mesin-diesel-suaranya-kok-mirip-bensin